MAAFKAN....
Mentari yang terik nan panas,
seakan-akan membakar para pengguna jalan . Gumpalan asap dari kendaraan dan
berbagai debu bersatu menjadi polusi yang tidak sehat.
“ Super duper panas nie... “ Ucap Nisa yang sedang
mengendarai sepeda motornya.
“ Mana macet lagi...” Gerutunya.
Nisa akan pergi ke tempat kursus
seni lukis, ia berencana ingin mendaftarkan diri disana karena ia ingin belajar
lebih banyak tentang seni lukis.
Setelah cukup lama Nisa bergelut
dengan polusi-polusi di jalanan akhirnya ia sampai di tempat kursus.
“ Maaf mba’ saya bisa minta formulir pendaftaran kursus
lukis..?? “ Tanya Nisa pada seorang penjaga pendaftaran.
“ Bisa mba’,,, sebentar saya ambilkan..” Ucap wanita itu dan
kemudian mencarikan formulir pendaftaran untuk Nisa.
“ Ini mba’,,, silahkan diisi. “ penjaga pendaftaran itu
memberikan selembar kertas pendaftaran untuk Nisa.
Nisa segera mengisi formulir itu.
Dan...
“ Mit,, ada nama-nama anak yang daftar di kelasku..?? ”Tanya
seseorang pada sang penjaga pendaftaran yang tenyata bernama Mita.
Nisa yang sedang mengisi formulir
merasa kenal dengan suara orang yang berdiri tepat disampinnya. Nisa segera
menoleh, dan ternyata benar,,,
“ Arya,, “ Panggil Nisa setelah mengenali wajah Arya.
“ Nisa,, “ Arya juga keget melihat keberadaan Nisa disana.
“ Ngapain kamu disini,,,?? “ Tanya Arya.
“ Aku lagi ngisi formuir untuk kursus seni lukis.” Jawab
Nisa. “ Kamu sendiri...??? “
“ Aku bekerja disini sebagai instruktur untuk kursus
lukis..” Jelas Arya.
“ Wah,,, kebetulan donk... Jadi kamu bisa ngajarin aku.. “
Ucap Nisa dengan mengembangkan senyumnya.
“ Haha,,,, siiip.. bisa diatur..” Jawab Arya.
“ Hebat ya kamu,, baru SMA tapi dah punya bakat yang
hebat..” Puji Nisa.
“ Gak koq,,, biasa ajha... aku Cuma berbagi ilmu yang ku
miliki..” Jelas Arya merandah diri.
“ Janji lho ya.. kamu harus ngajarin aku sampai aku bisa
sepandai kamu,,,” Kata Nisa.
Arya hanya mengacungkan jempolnya
yang bertanda ia setuju.
Kost-kostan
Hima,Dina dan Nisa.
“ Din, Nisa kemana..??” Tanya Hima yang merasa aneh karena
tidak adanya senda gurau dari Nisa.
“ Dia kan pergi buat daftar kursus lukis... “ Jawab Dina
santai sambil membolak-balik majalah yang ada ditangannya.
“ Oh ya aku lupa.. “ Kata Hima.
Tiba-tiba ponsel Hima berdering yang bertanda ada pesan
masuk. Hima segera meraih ponselnya yang berada diatas meja dan membuka isi sms
yang masuk.
“ Hai Hima... lagi pa nie...?? “ ( isi sms yang dibaca Hima
).
“ Dari siapa sie nih...?? “ Hima segera membalas sms
tersebut. “ Maav sp nie..?? “ ( isi sms ).
Ponsel Hima berdering lagi yang bertanda ada balasan. Hima
segera membukanya.
“ Nie aku Dimas.. gak lupa kan sama aku...?? “ ( isi sms ).
“ Ihh,,, apa-apaan sih nie orang.. tumben sms pasti ada maunya.. “ Gerutu Hima
yang merasa kesal.
“ Kenapa sih Him..?? sms dari siapa..?? “ Tanya Dina yang
melihat sahabatnya mulai uriing-uringan.
“ Sms dari Dimas,,, tumben – tumbenan dia sms aku... aneh
kan.. bikin aku kesel ajha... “ Jelas
Hima sambil mengungkapkan kekesalannya.
“ Owh,,, tapi jangan marah-marah gitu dunk.. Tenang rileks..
ntar cepet tua lho... “ Ucap Dina.
“ Iya juga ya... hufftt... “ Hima menarik nafas mencoba
menghilangkan kekesalannya.
“ Mungkin ajha sie Dimas mau PDKT sama kamu... “ Kata Dina
mengungkapkan apa yang ia fikirkan.
“ PDKT...?? “ Ucap Hima yang agak aneh dengan kata – kata
tu.
“ Mungkin ajha sie... tapi, gak banget deh sama Dimas...
Cukuuuupp jadi temen ajha. “ Jelas Hima. Spontan Hima dan Dina tertawa
berasama. HAHAHA...
Kost – kostan Putra.
“ Ngapain sie Dim,,,,?? dari tadi magangin
HP+melototinnya..” Tanya Andre yang memperhatikan gerak-gerik Dimas yang aneh.
“ Lagi sakit ya..?? atau... blom minum obat.” Tambah Randy
menggoda.
“ Yeee,,,, enak ajha.
Aku sehat koq dan tak perlu minum obat. “ Jawab Dimas membantah dugaan
teman-temannya.
“ Aku lagi sms Hima, tapi koq gak dibales-bales
ya..?? ” Jelas Dimas dengan wajah agak kecewa.
“ Hah,,, jadi kamu beneran suka sama Hima..?? “ Tanya Andre
yang tidak percaya. Randy juga terbengong-bengong mendengar kata – kata Dimas.
“ Iya,, aku Emang suka sma Hima. “ Dimas mencoba meyakinkan
teman-temannya.
“ Woow.. Emazing...trus respon Hima gimana,,,?? nanggepin
gak..?? “ Tanya Randy.
“ Belom Tau,, nie baru aku coba sms. Tapi gak di bales-bales
dari tadi... “ Jelas Dimas.
“ Sabar mas brow,,, Cinta itu butuh perjuangan.. “ Kata
Andre berusaha menyemangati Dimas untuk mengejar cintanya.
“ Siiiip... “ Ucap Dimas yang memahami kata-kata Andre.
Rumah Putri.
Disiang panas ini, Putri lebih
memilih tinggal di kamarnya yang sejuk karena ada pendingin udaranya. Dan tak
lupa tangannya begitu asyik menekan huruf-huruf yang akan menjadi update-an
terbaru untuk status BBMnya.
“ Piiing,, Piiing,, “ Sebuah bunyi dari Ponsel BlackBerry
milik putri. Ia pun segera membukanya.
“ Hai Dre,,, “ ( dari BBM ) Sapa Putri pada teman BBMnya.
Yang tak lain dan tak bukan adalah Andre.
“ Kamu kenapa gie galau ya..?? “ ( dari BBM ) Tanya andre
setelah ia membaca ststus terbaru dari Putri.
“ Ya,,, nie,,, galau berat. Abiz gak bisa kemana-mana karena
udara panas banget,,, gak kuat jadinya.” ( dari BBM ) Jawab Putri.
“ Ya elah kirain kenapa.. “ ( dari BBM ) Kata Andre.
“ Oh ya tadi, Kiran nelpon aku katanya dia nitip salam buat
kamu... “ ( dari BBM ) Ucap Putri.
“ Iya,, dia ngomong apa jha sama kamu..??” ( dari BBM )
Andre penasaran dengan apa yang dibicarakan
pacarnya yang bernama Kirani dengan Putri.
“ Gak banyak koq,, yeah.. beberapa tentang kamu,,, tapi
jangan GR dulu..” ( dari BBM ) Ucap Putri.
“ Tenang jha aku gak akan GR koq,,, Dah biasa, banyak
yang ngomongin aku... kan aku keren..”(
dari BBM ) Kata Andre memuji diri sendiri.
“ Emang koq,,, Peeee Deeee... “ ( dari BBM ) Balas Putri.
“ emb,,, Kamu sama yang lain ada acara gak malam minggu
besok..?? “ ( dari BBM ) Tanya Andre.
“ Emang kenapa..?? “ ( dari BBM ) Putri.
“ Aku sama anak –anak mau manggung di cafe. Kalau kalian gak
da acara kalian bisa kesana sambil refreshing mungkin,,, “ ( dari BBM ) Ajak
Andre.
“ Emb,, boleh juga. Nanti aku tanya sama yang lain dulu ya,,
“ ( dri BBM ) Putri.
“ Ok,,aku tunggu,, dah ya. aku mau latihan ma yang laen.” (
dari BBM ) Andre.
“ Yups,, Good Luck yoo.” ( dari BBM ) Putri.
Setelah mengakhiri pesan BBMnya
Putri segera mengabari teman-temannya tentang ajakan Andre.
“ Guys,, da acra gak malem minggu nanti...?? “ ( dikirim melalui SMS ) ke Nisa, Hima,
Fairish, Dina dan Via dari Putri.
“ Memangnya da apa
put..?? “ ( dari SMS )Tanya Dina.
“ Kenapa put..?? “ (dari SMS ) Pertanyaan yang sama yang
dikirimkan Nisa,Fairish dan Via.
“ Andre ma temen-temennya mau manggung di cafe, kalian mau
kesana gak..?? Ya.. sekalian kita malming gitu.. “ Jelas Putri ke Lima
temannya.
“ Emb,, boleh juga..
“(dari SMS ) Jawab Dina dan Hima.
“ Boleh thu,,, jalan2. Asyieek.. “ (dari SMS ) Jawab Nisa.
Via dan Fairish juga menyetujui
rencana itu.
“ Ok, berarti kalian mau ya... Jangan lupa lho malem minggu
besok..“(dari SMS ) Putri kepada 5 temannya.
“ Siiip.. “(dari SMS ) Jawab Via,Nisa,Dina,Hima dan Fairish.
Rencana untuk malam minggu telah
siap yaitu pergi bareng ke cafe dan lihat Andre Cs manggung. Lagu apa ya,,,
yang akan mereka bawakan....
***
Teng,Teng... Teng,Teng... 2X
Asyieeekkk Bel tanda pulang
sekolah telah berbunyi. Para Murid langsung berhamburan meninggalkan kelas.
Namun terlihat kesibukan di dalam ruang rapat Guru. Yups, Bisa kita duga kalau
guru-guru itu akan mengadakan rapat.
Ruang Rapat.
Pak Indra ( Kepala Sekolah
Tercinta ) Memimpin sekaligus memulai rapat bersama dewan guru. Seperti biasa
rapat dimulai dengan salam dan beberapa pertanyaan mengenai perkembangan nilai
dan pembelajaran siswa.
“ Langsung saja. Dalam rangkaian proses pengenalan siswa dan
siswi baru, sekolah akan mengadakan perkemahan yang akan diikuti seluruh anak
kelas satu. Untuk acara ini kita akan memilih 2 orang yang akan menjadi ketua
pelaksana baik dari guru maupun murid. Dari pihak guru saya telah memutuskan
untuk memilih Pak Fahmi dan Bu Ria
sebagai Ketua pelaksana dari pihak guru. Dan untuk Ketua dari pihak murid ada
yang mempunyai usul..?? “ Tanya Pak Indra ke seluruh dewan guru yang hadir
dalam rapat itu.
“ Maaf pak, untuk posisi ketua tersebut akan diambil dari
kelas putra atau kelas putri..??” Tanya Bu Anna.
“ Ketua terdiri dari satu orang dari kelas Putra dan saru
orang dari kelas Putri. “ Jelas pak Indra.
“ Kalau boleh saya usul dari kelas Putra yaitu Adit. “ Kata
Pak Fahmi.
“ Bagaimana menurut guru-guru yang lain..?? “ Tanya pak
Indra. Para guru mulai berdiskusi .
“ Kami setuju jika Adit menjadi Ketua.” Ucap Bu Dira
mewakili guru – guru perempuan.
“ Kami pun setuju. “ Ucap Pak Munif mewakili Guru –guru
putra.
“ Baiklah jadi dari kelas putra ketuanya adalah Adit, lalu
bagaimana dari kelas putri.. siapa yang akan dicalonkan menjadi ketua,,?? “
Tanya Pak Indra.
“ Bagaimana kalau Via..?? “ Usul Bu Wina.
“ Bukankah lebih baik jika Via fokus dengan bagian
kesehatannya. “ Kata Bu Dira.
“ Iya bu,, “ Tambah Bu Anna membenarkan pemikiran Bu Dira.
“ Lalu siapa..?? “ Tanya Bu Wina.
“ Bagaimana kalau Fairish, dia cukup mampu mengemban amanah
ini.. “ Usul Bu Ria.
“ Baiklah saya
setuju. “ Ucap Wina. Begitu pula ibu
guru yang lain mereka telah bersepakat untuk memilih Fairish sebagai ketua
dalam acara ini.
“ Bagaimana ibu-ibu guru..?? apa sudah ada keputusan..?? “
Tanya Pak Indra.
“ Iya Pak kami telah sepakat untuk memilih Fairish. “ Ucap
Bu Dira mewakili ibu guru yang lain.
“ Baiklah jika samua telah bersepakat maka kita segera
menyusun program untuk acara tersubut. Untuk Seluruh guru , Mesikipun Ketuanya
adalah Bu Ria dan Pak Fahmi tapi semua guru berkewajiban membantu dalam
menyukseskan acara ini. Dan Khusus untuk Pak Fahmi dan Bu Ria segeralah memberitahu pada Murid yang bersangkutan akan
acara ini dan segera memulai persiapan atau mengatur apa saja yang akan
dibutuhkan untuk acara ini. “ Jelas Pak Indra.
“ Saya rasa cukup sekian rapat kita hari ini. Jika ada
pertanyaan silahkan maju ke saya.” Pak Indra pun segera menutup rapat tersebut.
***
Mentari kini telah berselimut ,
Sang bulan berjalan dengan gagahnya menuju langit yang mulai gelap. Hiruk pikuk
kota masih terasa meski siang telah berganti dengan malam.
Sesuai dengan janjji yang ia
ikrarkan Via telah bersiap untuk menuju Cafe Bintang dimana ia dan
teman-temannya akan bertemu.
“ Tante Via izin mau jalan sama temen-temen Via.. “ Ucap Via
yang menemui Tante Shinta di ruang keluarga.
“ Ia sayang,, Tapi ingat,,, jangan pulang terlalu malam..”
Ucap Tante Shinta mengingatkan Keponakan Kesayangannya.
“ Baik Tante... “ Via pun beranjak setelah mencium tangan
Tantenya dan mengucapkan salam.
Kost-kostan Hima,Dina dan Nisa.
“ Him, Nisa mana..?? koq belom kelihatan sie.. ntar yang
lain dah nunggu jha.. “ Kata Dina.
“ Kamu kayak gak tau Nisa jha,,, dia kalau dandan kan
luuuuaaaaammmmaaaaa banget... “ Jawab Hima yang sedang asyik memainkan
ponselnya.
“ Huufftt.. “ Dina hanya menghela nafas.
Dina dan Hima pun telah gelisa
karena menunggu Nisa, tetapi yang ditunggu masih asyik berdandan.
Beberapa menit kemudian...
“ Sorry ya temen-temen... lama nunggunya.. “ Ucap Nisa pada
kedua sahabatnya yang telah terlihat bosan.
“ Gak koq Nis, gak lama tapi,,, Luuuuuaaaaaamaaa banget.. “
Jawab Dina.
“ Sorry,,, maafin aku ya,,, “ Ucap Nisa dengan memasang
wajah memelas pada kedua sahabatnya.
Dina dan Hima akhirnya luluh saat
melihat wajah sahabatnya yang memelas. Dan mereka segara berangkat menuju Cafe
Bintang.
Cafe Bintang.
“ Anak –anak pada kemana sie , koq belom kelihatan..??”
Tanya Fairish pada Putri. Mereka berdua telah sampai duluan dari pada yang
lain.
“ Gak tau thu... Via katanya bentar lagi nyampe’. Kalau Dina,
Nisa dan Hima aku gak tau mereka belom bales sms ku. “ Jelas Putri sambil
meminum minuman yang telah ia pesan.
Beberapa saat kemudian...
“ Sorry aku telat,,, Habiznya jalanan macet banget.. “ Ucap
Via yang beru datang menjelaskan alasan keterlambatannya.
“ Gak papa koq,,
Vie.. “ Jawab Fairish dan Putri bersamaan.
Via segera bergabung dengan
Fairish dan Putri dan ia segera memesan minuman.
“ Oh ya,, yang mau manggung mana,,?? “ Tanya Fairish.
“ Mereka ada dibelakang panggung.. “ Jawab Putri.
“ Owh.. “ Ucap Via dan Fairish bersamaan.
“ Sorry Guys kita telat.. “ Ucap Nisa, Hima dan Dina secara
bersamaan.
“ Ok,,gak papa.. ayo
gabung sama kita.. “ Ajak Putri.
“ Maav banget,,, ya.. “ Ucap Hima yang masih tidak enak hati
karena membuat teman-temannya menunggu terlalu lama.
“ Gak papa Him.. “ Ucap Fairish dan ia langsung
mengembangkan senyumnya.
“ Gara-gara Dede’ kita yang satu ini, dandannnya lama
banget... “ Ucap Dina sambil melirik Nisa.
“ Iya aku minta maaf,,, “ Ucap Nisa dengan wajah sedih +
memelas.
“ Udah-udah gak papa Nis,,, kita kan kesini buat have fun,
jadi jangan sedih donk.. “ Ucap Via mencoba menghibur Nis.
“ Iya Nis,, lagian Orang-orang itu juga belum naik ke
panggung.. jadi kamu masih bisa lihat Adit.. “ Ucap Fairish yang mulai menggoda
Nisa.
“ Uhh nyebiliiin.. “ Batin Nisa yang kesal akan godaan
Fairish. Tetapi yang lain memulai gelak tawa.
MC telah memanggil Andre dan
teman-temannya untuk naik kepanggung. Mereka mulai menyanyikan lagu andalan
mereka “ MAAFKAN “ . Peran mereka dipanggung : Andre – Vokalis, Adit – Gitar, Farhan – Bass, Fariz – Bass,
Randy – Gitar, Dimas – Keybord, dan Arya
– Drum.
Ayoo Nanyi Bareng... !!!
Liric of Maafkan :
·
Teringat disaat kita
bersama
·
Suka duka menjalani semua
·
Namun kini semua tlah sirna
·
Tinggalkan kenangan yang
takkan terlupa
Reff :
v
Seandainya kita kan
dipertemukan
v
Ku berjanji ku akan setia
v
Maafkanlah bila aku tak mampu
v
Wujudkan semua mimpi –
mimpimu
·
Kini aku mengerti
·
Akan arti dari semua ini
·
DiSaat semua saling merasa
·
Akan kehadiran dirimu
didalam hati
Reff :
v
Seandainya kita kan
dipertemukan
v
Ku berjanji ku akan setia
v
Maafkanlah bila aku tak mampu
v
Wujudkan semua mimpi –
mimpimu
·
Tak mudah bagiku
·
Lupakan semua kenangan yang
terindah
·
Bersama
***
To be Continue......