Selasa, 26 Maret 2013

Continued of Our Story


MAAFKAN....
Mentari yang terik nan panas, seakan-akan membakar para pengguna jalan . Gumpalan asap dari kendaraan dan berbagai debu bersatu menjadi polusi yang tidak sehat.
“ Super duper panas nie... “ Ucap Nisa yang sedang mengendarai sepeda motornya.
“ Mana macet lagi...” Gerutunya.
Nisa akan pergi ke tempat kursus seni lukis, ia berencana ingin mendaftarkan diri disana karena ia ingin belajar lebih banyak tentang seni lukis.
Setelah cukup lama Nisa bergelut dengan polusi-polusi di jalanan akhirnya ia sampai di tempat kursus.
“ Maaf mba’ saya bisa minta formulir pendaftaran kursus lukis..?? “ Tanya Nisa pada seorang penjaga pendaftaran.
“ Bisa mba’,,, sebentar saya ambilkan..” Ucap wanita itu dan kemudian mencarikan formulir pendaftaran untuk Nisa.
“ Ini mba’,,, silahkan diisi. “ penjaga pendaftaran itu memberikan selembar kertas pendaftaran untuk Nisa.
Nisa segera mengisi formulir itu. Dan...
“ Mit,, ada nama-nama anak yang daftar di kelasku..?? ”Tanya seseorang pada sang penjaga pendaftaran yang tenyata bernama Mita.
Nisa yang sedang mengisi formulir merasa kenal dengan suara orang yang berdiri tepat disampinnya. Nisa segera menoleh, dan ternyata benar,,,
“ Arya,, “ Panggil Nisa setelah mengenali wajah Arya.
“ Nisa,, “ Arya juga keget melihat keberadaan Nisa disana.
“ Ngapain kamu disini,,,?? “ Tanya Arya.
“ Aku lagi ngisi formuir untuk kursus seni lukis.” Jawab Nisa. “ Kamu sendiri...??? “
“ Aku bekerja disini sebagai instruktur untuk kursus lukis..” Jelas Arya.
“ Wah,,, kebetulan donk... Jadi kamu bisa ngajarin aku.. “ Ucap Nisa dengan mengembangkan senyumnya.
“ Haha,,,, siiip.. bisa diatur..” Jawab Arya.
“ Hebat ya kamu,, baru SMA tapi dah punya bakat yang hebat..” Puji Nisa.
“ Gak koq,,, biasa ajha... aku Cuma berbagi ilmu yang ku miliki..” Jelas Arya merandah diri.
“ Janji lho ya.. kamu harus ngajarin aku sampai aku bisa sepandai kamu,,,” Kata Nisa.
Arya hanya mengacungkan jempolnya yang bertanda ia setuju.
 Kost-kostan Hima,Dina dan Nisa.
“ Din, Nisa kemana..??” Tanya Hima yang merasa aneh karena tidak adanya senda gurau dari Nisa.
“ Dia kan pergi buat daftar kursus lukis... “ Jawab Dina santai sambil membolak-balik majalah yang ada ditangannya.
“ Oh ya aku lupa.. “ Kata Hima.
Tiba-tiba ponsel Hima berdering yang bertanda ada pesan masuk. Hima segera meraih ponselnya yang berada diatas meja dan membuka isi sms yang masuk.
“ Hai Hima... lagi pa nie...?? “ ( isi sms yang dibaca Hima ).
“ Dari siapa sie nih...?? “ Hima segera membalas sms tersebut. “ Maav sp nie..?? “ ( isi sms ).
Ponsel Hima berdering lagi yang bertanda ada balasan. Hima segera membukanya.
“ Nie aku Dimas.. gak lupa kan sama aku...?? “ ( isi sms ).
“ Ihh,,, apa-apaan sih nie orang..  tumben sms pasti ada maunya.. “ Gerutu Hima yang merasa kesal.
“ Kenapa sih Him..?? sms dari siapa..?? “ Tanya Dina yang melihat sahabatnya mulai uriing-uringan.
“ Sms dari Dimas,,, tumben – tumbenan dia sms aku... aneh kan..  bikin aku kesel ajha... “ Jelas Hima sambil mengungkapkan kekesalannya.
“ Owh,,, tapi jangan marah-marah gitu dunk.. Tenang rileks.. ntar cepet tua lho... “ Ucap Dina.
“ Iya juga ya... hufftt... “ Hima menarik nafas mencoba menghilangkan kekesalannya.
“ Mungkin ajha sie Dimas mau PDKT sama kamu... “ Kata Dina mengungkapkan apa yang ia fikirkan.
“ PDKT...?? “ Ucap Hima yang agak aneh dengan kata – kata tu.
“ Mungkin ajha sie... tapi, gak banget deh  sama Dimas...  Cukuuuupp jadi temen ajha. “ Jelas Hima. Spontan Hima dan Dina tertawa berasama. HAHAHA...
Kost – kostan Putra.
“ Ngapain sie Dim,,,,?? dari tadi magangin HP+melototinnya..” Tanya Andre yang memperhatikan gerak-gerik Dimas yang aneh.
“ Lagi sakit ya..?? atau... blom minum obat.” Tambah Randy menggoda.
“ Yeee,,,, enak ajha.  Aku sehat koq dan tak perlu minum obat. “ Jawab Dimas membantah dugaan teman-temannya.
   Aku lagi sms Hima, tapi koq gak dibales-bales ya..?? ” Jelas Dimas dengan wajah agak kecewa.
“ Hah,,, jadi kamu beneran suka sama Hima..?? “ Tanya Andre yang tidak percaya. Randy juga terbengong-bengong mendengar kata – kata  Dimas.
“ Iya,, aku Emang suka sma Hima. “ Dimas mencoba meyakinkan teman-temannya.
“ Woow.. Emazing...trus respon Hima gimana,,,?? nanggepin gak..?? “ Tanya Randy.
“ Belom Tau,, nie baru aku coba sms. Tapi gak di bales-bales dari tadi... “ Jelas Dimas.
“ Sabar mas brow,,, Cinta itu butuh perjuangan.. “ Kata Andre berusaha menyemangati Dimas untuk mengejar cintanya.
“ Siiiip... “ Ucap Dimas yang memahami kata-kata Andre.
Rumah Putri.
Disiang panas ini, Putri lebih memilih tinggal di kamarnya yang sejuk karena ada pendingin udaranya. Dan tak lupa tangannya begitu asyik menekan huruf-huruf yang akan menjadi update-an terbaru untuk status BBMnya.
“ Piiing,, Piiing,, “ Sebuah bunyi dari Ponsel BlackBerry milik putri. Ia pun segera membukanya.
“ Hai Dre,,, “ ( dari BBM ) Sapa Putri pada teman BBMnya. Yang tak lain dan tak bukan adalah Andre.
“ Kamu kenapa gie galau ya..?? “ ( dari BBM ) Tanya andre setelah ia membaca ststus terbaru dari Putri.
“ Ya,,, nie,,, galau berat. Abiz gak bisa kemana-mana karena udara panas banget,,, gak kuat jadinya.” ( dari BBM ) Jawab Putri.
“ Ya elah kirain kenapa.. “ ( dari BBM ) Kata Andre.
“ Oh ya tadi, Kiran nelpon aku katanya dia nitip salam buat kamu... “ ( dari BBM ) Ucap Putri.
“ Iya,, dia ngomong apa jha sama kamu..??” ( dari BBM ) Andre penasaran dengan apa yang dibicarakan   pacarnya yang bernama Kirani dengan Putri.
“ Gak banyak koq,, yeah.. beberapa tentang kamu,,, tapi jangan GR dulu..” ( dari BBM ) Ucap Putri.
“ Tenang jha aku gak akan GR koq,,, Dah biasa, banyak yang  ngomongin aku... kan aku keren..”( dari BBM ) Kata Andre memuji diri sendiri.
“ Emang koq,,, Peeee Deeee... “ ( dari BBM ) Balas Putri.
“ emb,,, Kamu sama yang lain ada acara gak malam minggu besok..?? “ ( dari BBM ) Tanya Andre.
“ Emang kenapa..?? “ ( dari BBM ) Putri.
“ Aku sama anak –anak mau manggung di cafe. Kalau kalian gak da acara kalian bisa kesana sambil refreshing mungkin,,, “ ( dari BBM ) Ajak Andre.
“ Emb,, boleh juga. Nanti aku tanya sama yang lain dulu ya,, “ ( dri BBM ) Putri.
“ Ok,,aku tunggu,, dah ya. aku mau latihan ma yang laen.” ( dari BBM ) Andre.
“ Yups,, Good Luck yoo.” ( dari BBM ) Putri.
Setelah mengakhiri pesan BBMnya Putri segera mengabari teman-temannya tentang ajakan Andre.
“ Guys,, da acra gak malem minggu nanti...??  “ ( dikirim melalui SMS ) ke Nisa, Hima, Fairish, Dina dan Via dari Putri.
“ Memangnya  da apa put..?? “ ( dari SMS )Tanya  Dina.
“ Kenapa put..?? “ (dari SMS ) Pertanyaan yang sama yang dikirimkan Nisa,Fairish dan Via.
“ Andre ma temen-temennya mau manggung di cafe, kalian mau kesana gak..?? Ya.. sekalian kita malming gitu.. “ Jelas Putri ke Lima temannya.
 “ Emb,, boleh juga.. “(dari SMS ) Jawab Dina dan Hima.
“ Boleh thu,,, jalan2. Asyieek.. “ (dari SMS ) Jawab Nisa.
Via dan Fairish juga menyetujui rencana itu.
“ Ok, berarti kalian mau ya... Jangan lupa lho malem minggu besok..“(dari SMS ) Putri kepada 5 temannya.
“ Siiip.. “(dari SMS ) Jawab Via,Nisa,Dina,Hima dan Fairish.
Rencana untuk malam minggu telah siap yaitu pergi bareng ke cafe dan lihat Andre Cs manggung. Lagu apa ya,,, yang akan mereka bawakan....
***
Teng,Teng... Teng,Teng... 2X
Asyieeekkk Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi. Para Murid langsung berhamburan meninggalkan kelas. Namun terlihat kesibukan di dalam ruang rapat Guru. Yups, Bisa kita duga kalau guru-guru itu akan mengadakan rapat.
Ruang Rapat.
Pak Indra ( Kepala Sekolah Tercinta ) Memimpin sekaligus memulai rapat bersama dewan guru. Seperti biasa rapat dimulai dengan salam dan beberapa pertanyaan mengenai perkembangan nilai dan pembelajaran siswa.
“ Langsung saja. Dalam rangkaian proses pengenalan siswa dan siswi baru, sekolah akan mengadakan perkemahan yang akan diikuti seluruh anak kelas satu. Untuk acara ini kita akan memilih 2 orang yang akan menjadi ketua pelaksana baik dari guru maupun murid. Dari pihak guru saya telah memutuskan untuk memilih  Pak Fahmi dan Bu Ria sebagai Ketua pelaksana dari pihak guru. Dan untuk Ketua dari pihak murid ada yang mempunyai usul..?? “ Tanya Pak Indra ke seluruh dewan guru yang hadir dalam rapat itu.
“ Maaf pak, untuk posisi ketua tersebut akan diambil dari kelas putra atau kelas putri..??” Tanya Bu Anna.
“ Ketua terdiri dari satu orang dari kelas Putra dan saru orang dari kelas Putri. “ Jelas pak Indra.
“ Kalau boleh saya usul dari kelas Putra yaitu Adit. “ Kata Pak Fahmi.
“ Bagaimana menurut guru-guru yang lain..?? “ Tanya pak Indra. Para guru mulai berdiskusi .
“ Kami setuju jika Adit menjadi Ketua.” Ucap Bu Dira mewakili guru – guru perempuan.
“ Kami pun setuju. “ Ucap Pak Munif mewakili Guru –guru putra.
“ Baiklah jadi dari kelas putra ketuanya adalah Adit, lalu bagaimana dari kelas putri.. siapa yang akan dicalonkan menjadi ketua,,?? “ Tanya Pak Indra.
“ Bagaimana kalau Via..?? “ Usul Bu Wina.
“ Bukankah lebih baik jika Via fokus dengan bagian kesehatannya. “ Kata Bu Dira.
“ Iya bu,, “ Tambah Bu Anna membenarkan pemikiran Bu Dira.
“ Lalu siapa..?? “ Tanya Bu Wina.
“ Bagaimana kalau Fairish, dia cukup mampu mengemban amanah ini.. “ Usul Bu Ria.
  Baiklah saya setuju. “ Ucap Wina. Begitu pula  ibu guru yang lain mereka telah bersepakat untuk memilih Fairish sebagai ketua dalam acara ini.
“ Bagaimana ibu-ibu guru..?? apa sudah ada keputusan..?? “ Tanya Pak Indra.
“ Iya Pak kami telah sepakat untuk memilih Fairish. “ Ucap Bu Dira mewakili ibu guru yang lain.
“ Baiklah jika samua telah bersepakat maka kita segera menyusun program untuk acara tersubut. Untuk Seluruh guru , Mesikipun Ketuanya adalah Bu Ria dan Pak Fahmi tapi semua guru berkewajiban membantu dalam menyukseskan acara ini. Dan Khusus untuk Pak Fahmi dan Bu Ria segeralah  memberitahu pada Murid yang bersangkutan akan acara ini dan segera memulai persiapan atau mengatur apa saja yang akan dibutuhkan untuk acara ini. “ Jelas Pak Indra.
“ Saya rasa cukup sekian rapat kita hari ini. Jika ada pertanyaan silahkan maju ke saya.” Pak Indra pun segera menutup rapat tersebut.
***
Mentari kini telah berselimut , Sang bulan berjalan dengan gagahnya menuju langit yang mulai gelap. Hiruk pikuk kota masih terasa meski siang telah berganti dengan malam.
Sesuai dengan janjji yang ia ikrarkan Via telah bersiap untuk menuju Cafe Bintang dimana ia dan teman-temannya akan bertemu.
“ Tante Via izin mau jalan sama temen-temen Via.. “ Ucap Via yang menemui Tante Shinta di ruang keluarga.
“ Ia sayang,, Tapi ingat,,, jangan pulang terlalu malam..” Ucap Tante Shinta mengingatkan Keponakan Kesayangannya.
“ Baik Tante... “ Via pun beranjak setelah mencium tangan Tantenya dan mengucapkan salam.
Kost-kostan Hima,Dina dan Nisa.
“ Him, Nisa mana..?? koq belom kelihatan sie.. ntar yang lain dah nunggu jha.. “ Kata Dina.
“ Kamu kayak gak tau Nisa jha,,, dia kalau dandan kan luuuuaaaaammmmaaaaa banget... “ Jawab Hima yang sedang asyik memainkan ponselnya.
“ Huufftt.. “ Dina hanya menghela nafas.
Dina dan Hima pun telah gelisa karena menunggu Nisa, tetapi yang ditunggu masih asyik berdandan.
Beberapa menit kemudian...
“ Sorry ya temen-temen... lama nunggunya.. “ Ucap Nisa pada kedua sahabatnya yang telah terlihat bosan.
“ Gak koq Nis, gak lama tapi,,, Luuuuuaaaaaamaaa banget.. “ Jawab Dina.
“ Sorry,,, maafin aku ya,,, “ Ucap Nisa dengan memasang wajah memelas pada kedua sahabatnya.
Dina dan Hima akhirnya luluh saat melihat wajah sahabatnya yang memelas. Dan mereka segara berangkat menuju Cafe Bintang.
Cafe Bintang.
“ Anak –anak pada kemana sie , koq belom kelihatan..??” Tanya Fairish pada Putri. Mereka berdua telah sampai duluan dari pada yang lain.
“ Gak tau thu... Via katanya bentar lagi nyampe’. Kalau Dina, Nisa dan Hima aku gak tau mereka belom bales sms ku. “ Jelas Putri sambil meminum minuman yang telah ia pesan.
Beberapa saat kemudian...
“ Sorry aku telat,,, Habiznya jalanan macet banget.. “ Ucap Via yang beru datang menjelaskan alasan keterlambatannya.
  Gak papa koq,, Vie.. “ Jawab Fairish dan Putri bersamaan.
Via segera bergabung dengan Fairish dan Putri dan ia segera memesan minuman.
“ Oh ya,, yang mau manggung mana,,?? “ Tanya Fairish.
“ Mereka ada dibelakang panggung.. “ Jawab Putri.
“ Owh.. “ Ucap Via dan Fairish bersamaan.
“ Sorry Guys kita telat.. “ Ucap Nisa, Hima dan Dina secara bersamaan.
“ Ok,,gak papa..  ayo gabung sama kita.. “ Ajak Putri.
“ Maav banget,,, ya.. “ Ucap Hima yang masih tidak enak hati karena membuat teman-temannya menunggu terlalu lama.
“ Gak papa Him.. “ Ucap Fairish dan ia langsung mengembangkan senyumnya.
“ Gara-gara Dede’ kita yang satu ini, dandannnya lama banget... “ Ucap Dina sambil melirik Nisa.
“ Iya aku minta maaf,,, “ Ucap Nisa dengan wajah sedih + memelas.
“ Udah-udah gak papa Nis,,, kita kan kesini buat have fun, jadi jangan sedih donk.. “ Ucap Via mencoba menghibur Nis.
“ Iya Nis,, lagian Orang-orang itu juga belum naik ke panggung.. jadi kamu masih bisa lihat Adit.. “ Ucap Fairish yang mulai menggoda Nisa.
“ Uhh nyebiliiin.. “ Batin Nisa yang kesal akan godaan Fairish. Tetapi yang lain memulai gelak tawa.
MC telah memanggil Andre dan teman-temannya untuk naik kepanggung. Mereka mulai menyanyikan lagu andalan mereka “ MAAFKAN “ . Peran mereka dipanggung : Andre – Vokalis,     Adit – Gitar, Farhan – Bass, Fariz – Bass, Randy – Gitar, Dimas – Keybord, dan  Arya – Drum.
Ayoo Nanyi Bareng... !!!
Liric of Maafkan :
·         Teringat disaat kita bersama
·         Suka duka menjalani semua
·         Namun kini semua tlah sirna
·         Tinggalkan kenangan yang takkan terlupa
            Reff :
v  Seandainya kita kan dipertemukan
v  Ku berjanji ku akan setia
v  Maafkanlah  bila aku tak mampu
v  Wujudkan semua mimpi – mimpimu
·       Kini aku mengerti
·       Akan arti dari semua ini
·       DiSaat semua saling merasa
·       Akan kehadiran dirimu didalam hati
    Reff :
v  Seandainya kita kan dipertemukan
v  Ku berjanji ku akan setia
v  Maafkanlah  bila aku tak mampu
v  Wujudkan semua mimpi – mimpimu
·         Tak mudah bagiku
·         Lupakan semua kenangan yang terindah
·         Bersama
***
To be Continue......

Minggu, 17 Maret 2013

Our Story


Awal Sebuah Kisah...

Tuut...Tuut... Sebuah bunyi khas dari kereta api, Gumpalan asap mengepul tinggi keangkasa.Tepat Pukul 14.00 Via tiba di stasiun . Sesaat setelah ia turun terdengar panggilan yang menyebutkan namanya.
“ Via..”Ia pun memalingkan wajah, ternyata Om Hendra telah menjemputnya. Via berjalan menuju arah Om Hendra.
“ Assalamu’alaikum Om.. “ Diciumnya tangan Om Hendra Adik dari papa Via.
“ Wa’alaikum Salam Wr. Wb.. Om gak telatkan jemputnya..?? ” Tanya Om Hendra.
“ Gak Om, Via juga baru sampai .. “ “Tante mana Om..??” Tanya Via.
“ Tante nunggu dirumah... Ayo kita pergi ! “ Ajak Om Hendra.
“ Iya Om..”
Mobil Ertiga Yang Via naiki Berhenti di sebuah rumah. Ia pun turun dan mulai mengetuk pintu.
“ Assalamu’alaikum..”
“ Wa’alaikum Salam Wr.Wb “ Terdengar jawaban dari dalam rumah. Dan pintu terbuka.
“ Kamu sudah sampai Via..” Ucap Tante Shinta dan langsung memeluk Via.
“ Iya Tante...” Jawabnya singkat.
“ Ayo masuk, Tante sudah Siapkan Makanan Kesukaanmu. Pasti kamu laparkan...? “ Tanya Tante Shinta.
“ Hehe”
Hanya Sebuah senyum yang dapat Via berikan, karena dia memang lapar Semua Cacing dalam perutnya  seakan bermain drum band tanpa mau diajak kompromi.
Satu demi satu nasi dipiring mulai menghilang, tak perlu diragukan. Masakan Tante Shinta memang lezat. Hampir sama dengan masakan mama Via.
“ Via, lusa kamu bisa mulai sekolah, Om sudah mendaftarkan kamu di sekolah terfavorit di kota ini. Jadi, besok Tante Shinta akan menemani kamu membeli semua kebutuhanmu.” Ucap Om Hendra.
“ Iya Om.” Jawab Via singkat.
“ Kalau makannya dah selesai , kamu bisa istirahat. Nanti Tante tunjukkan dimana kamarmu.” Jelas Tante Shinta.
Cacing – cacing dalam perut Via sepertinya telah merdeka, karena mereka tidak bersuara lagi. Kini rasa lelah yang mengikutinya. Setelah Tante menunjukkan kamarnya , segeralah Via menuju Pulau Kapas yang tentram.
***
Semua kebutuhan untuk sekolah sudah Via  dan Tante Shinta siapkan sekarang tinggal menunggu hari esok untuk bertemu teman - teman baru.
Pagi yang indah...
Mentari yang bersinar dengan cerah seakan mengiri kepergian Via  untuk menuntut ilmu. Om Hendra mengantarnya ke sekolah. Tepat didepan gerbang Via  telah merasakan hawa kecerian dari sekolah.  Oh ya,, Hari ini adalah masa orientasi bagi siswa dan siswi baru.
Pelan namun pasti Via  melangkah memasuki sekolah. Namun... Diantara kerumunan siswi baru, Pandangan matanya  tertuju pada 2 orang siswi yang sepertinya ia kenal.  Via memberanikan diri untuk mendekatinya. Dan...
“ Maaf, kamu Fairish bukan,,? ” TanyaVia.
Siswi itu menoleh “ Iya aku Fairish..” Jawabnya, ia pun mulai mencermati wajah Via.
“ Kamu.. Via.. “ Tanya siswi itu untuk meyakinkan dugaannya.
“ Iya aku Via..”
                Sebuah drama pertemuan yang mengharukan antara Via, Fairish dan Putri. Sesungguhnya Mereka adalah sahabat saat duduk di bangku SMP namun Karena Ayah Via dipindah tugaskan maka Via pun berpisah dengan mereka. Siapa yang dapat menduga kalau pada akhirnya Mereka dipertemukan Kembali.
“ Kangen deh sama kamu..” kata Putri.
“ Aku juga..” Jawab Via.
“ Jadi sekarang kau akan menetap dikota ini..?” Tanya Fairish.
“ Iya, Aku akan tetap disini sampai hari kelulusan.” Jelas Via.
Rasa rindu itu kini meluap. Hingga kami tidak menyadari jika bel telah berbunyi, yang bertanda kegiatan Orientasi akan segera dimulai.
***
Masa Orientasi memang sangat melelahkan, namun tak apa karena Via dapat menemukan banyak teman, Contohnya hari ini selain Via bertemu dengan Sahabat – sahabatnya , Dia juga mendapat sahabat baru yang bernama. Hima, Dina dan Nisa.
Indahnya Hari Ini....
***

Mentari Telah bersinar Via pun ingin bergegas untuk berangkat sekolah karena hari ini adalah hari terakhir masa orientasi. Sepiring nasi goreng telah ia habiskan hingga tak tersisa satu nasi pun di piring, hemmm lezatnya,,,, dan tak lupa segelas susu hangat untuk menemani si nasi. Dan kini ia siap untuk berangkat.
“ Tante aku berangkat dulu ya,,, “ Izin Via pada Tante Shinta.
“ loh, gak nuggu Om kamu dulu,,??” Tanya Tante.
“ Gak, Tante Via sudah terlambat, Via naik angkot saja.”Jawab Via.
“ Ya sudah Hati-hati dijalan.”Kata Tante Shinta.
“Baik Tante, Assalamu’alaikum,,”
“Wa’alaikum salam Wr.Wb”
***
Bel telah berbunyi, berduyun duyun para siswa baru yang sedang menjalani masa orientasi berkumpul di lapangan termasuk diantaranya Via Cs.
“ Langsung saja, seperti yang kalian ketahui hari ini adalah hari terakhir masa orientasi kalian, oleh karnanya untuk menutup acara kita , Pihak panitia akan mengadakan acara malam keakraban bagi seluruh siswa dan siswi baru disekolah ini...” Kata Ketua panitia
“ Untuk itu, siang ini para siswa dan siswi baru diharap kerjasamanya dalam mempersiapkan lokasi untuk acara Malam Keakraban. Dan bagi para siswa dan siswi yang berkeinginan untuk mengisi acara atau menempilkan pertunjukkan silahkan menghubungi saya.” Lanjut Ketua Panitia.
“ Kalian mengerti...? ”Tanya sang ketua panitia untuk menegaskan lagi.
“ Ya kak...” Jawab seluruh siswa dan siswi serentak.
“ Untuk pembagian tugas dalam memersiapkan lokasi acara, Kakak Pendamping dalam setiap kelompok akan mengaturnya. “ Tanbah Ketua Panitia.
Dengan berakhirnya kata-kata Sang Ketua seluruh siswa dan siswi pun menyebar dan segera mengerjakan tugas mereka sesuai dengan apa yang telah dibagi para pembimbing kelompok.
***
Matahari telah bergeser, Cahayanya begitu terik hingga semua peluh berlomba untuk keluar. dengan kerjasama yang bagus semua persiapan untuk acara malam kebersamaan telah mencapai 90%. Kini tinggal beberapa persiapan kecil yang membuat persiapan ini menjadi 100%.
“ Cukup melelahkan tapi seru “ Ucap Hima.
“ Iya melelahkan tapi seru karna kita melakukannya secara bersama.” Fairish membenarkan kata Hima.
“ Yups, setuju..” Dina ikut-ikutan.
“ Oh ya gimana kalau habis ini kita jalan ke mall, aku pengen beli sepatu buat acara nanti malam.” Usul Putri.
“ Aku sih ikut ajha..” Ucap Via.
“ Boleh juga.” Ucap Nisa. Teman-teman yang lain juga menyetujui usul tersebut.
***

Mobil Honda Jazz berwarna silver berhenti tepat didepan sebuah Mall.  Via Cs mulai melangkah memasuki Mall tersebut.
Tempat Yang pertama kali mereka tuju adalah cafe, Mengapa..?? seperti biasa beberapa gendang telah bergemuruh hingga harus didiamkan terlebih dahalu. Mereka pun memesan makanan yang mereka inginkan.
Pandangan mata Hima terhenti pada sebuah meja yang berada disampin mereka.
“ Lihat deh, sepertinya mereka satu sekolah sama kita. Seragam yang mereka pakai sama dengan kita.” Ucap Hima menjelaskan apa yang ia lihat.
“ Mungkin saja..” Jawab Putri Singkat.
Beberapa obrolan ringan dimulai, bahkan mereka tak membahas lagi orang-orang yang berseragam seperti mereka.
Beberapa menit telah berlalu, mereka pun telah menyelesaikan makan siang mereka. Sesegera mereka beranjak keluar dari Cafe tersebut. Dan tanpa mereka sadari Sepasang mata elang nan tajam telah memerhatikan salah satu diantara mereka.
 “ Ok kalian mau kemana dulu nie..? “ Suara Nisa Menghentikan langkah mereka.
“ Kalau aku, mau nyari sepatu.” Jawab Putri.
“ Aku ikut putri , aku juga mau nyari sepatu.” Tambah Dina.
“ Kalau kamu Him..? “ Tanya Nisa.
“ Aku mau lihat-lihat tas.” Jawab Hima.
“ Aku Ikut Hima.” Tambah Fairish.
“ emb,,, kayaknya aku mau nyari tas juga deh..” Ucap Nisa.
“ Terus kamu Vi..?? “ Tanya Hima.
“ emb,, kayaknya aku gak ikut kalian deh... Aku ke toko buku aja ya.. “ Jawab Via.
“ Nanti kalau kalian dah siap telpon aku ya..” Tambah Via.
“ Baik kalau begitu..”
Mereka pun mulai berpencar untuk mencari apa yang mereka inginkan. Dan Via pun melangkah menuju toko buku yang berada di lantai 2.


At Book Shop...
Satu persatu rak buku Via telusuri , dan ia berharap ada buku bagus yang sekiranya bisa ia beli, beberapa buku telah menjadi pilihannya namun ia masih mencari buka yang lainnya. Ketidak sengajaan terjadi ketika ia begitu serius mencari buku hingga ia tidak menyadari ada seseorang disebelahnya dan akhirnya...
    Bruukk...
Buku yang Via terjatuh.
“ Maaf..” Sepontan Via meminta maaf dan ternyata ucapan maaf juga diucap orang yang ditabrak Via. Disaat yang sama orang yang ditabrak membantu Via mengambil bukunya yang terjatuh.
“ Maaf ya sekali lagi.” Ucap Via.
“ Gak papa koq, nyantai ajha. ehm... kamu anak SMA 01..?? “
“ Iya...” Jawab Via singkat.
“ Kenalin Aku Adit.”
“ Aku Via.. “
“ Koq sendirian yang lain mana..??” tanya Adit memulai obrolan.
“ Bagaimana kamu tau kalau aku tidak sendirian kesini..” Tanya Via Heran.
Sebuah senyuman mengembang dibibir Adit. “ Tadi kamu dari Cafe Cinta kan..?? “ Ucap Adit mencoba memberi petunjuk pada Via.
Perlahan  Via mengingat sesuatu..
“ Owh, jadi kamu salah satu orang yang duduk disamping kami.” Via mencoba mengungkap apa yang ia ingat.
“ Yups, betul..”
Obrolan-obrolan ringan mulai terjadi diantara mereka berdua.
    Di Tempat Lain...
“ Rish, menurut kamu mana yang lebih cocok untuk aku, yang ini atau yang ini..?” Tanya Hima sambil menunjukkan barang yang ia sukai.
“ Menurutku sie,,, yang berwarna biru.” Jawab Fairish.
“ Kalau kamu Nisa..?” Tanya Hima lagi karna ia masih belum yakin.
“ Pendapatku sama kayak Fairish.” Jawab Nisa.
“ Ok, aku ambil yang biru.” Ucap Hima.
“ Hei dah selesai belom...??” Tanya Dina yang tiba-tiba muncul.
“ huuuh.. mengagetkan saja kau Din..” Ucap Fairish agak kesal karena terkejut atas kedatangan Putri dan Dina.
“ Sory...” Ucap Dina dengan wajah menyesal.
“ Sudah koq, tinggal ke kasir.” Ujar Nisa.
Tak lama kemudia mereka melangkah meninggalkan butique tersebut. Mereka pun berhenti disuatu tempat untuk menunggu Via.
“Dah Semuakan,,” Tanya Nisa memastikan.
“ Udah koq,,” Jawab mereka serentak.
“ Ok. Aku telpon Via.”
   At Book Shop.
Obrolan Via dan Adit terhenti dengan berderingnya ponsel Via.
“ Maaf sebentar.” Dengan cepat ia mengambil ponsel dari dalam tasnya, dan mengangkatnya.
“ Halo, Assalamu’alaikum..” Sapa Via.
“ Wa’alaikum salam Wr.Wb,,, Via kamu dimana,,,?? kita dah siap nie...” Ucap Nisa melalui ponselnya.
“ oh ya,, aku masih di toko buku, bentar lagi aku turun.” Jawab Via.
“ OK, kita tunggu cepat ya Vie..”
“ Baik, Assalamu’alaikum.” Ucap Via mengakhiri pembicaraan.
“ Wa’alaikum salam Wr.Wb “ Nisa menutup telponnya.
   Tiiit...Tiiit... ( telpon terputus )
“ Maaf Dit Aku harus pergi, Senang berkenalan dengan kamu.” Ucap Via seraya hendak pergi.
“ Aku juga, Sampai jumpa... “ Via pun segera meninggalkan Adit, dan melangkah keluar dari toko buku itu.
***
Kini siang telah berganti malam . Lampu-lampu kota bak bintang yang menyinari langit nan gelap. Via telah siap dengan penampilan terbaiknya untuk hadir di acara Malam Kebersamaan yang diadakan untuk siswa dan siswi baru di SMA 01.
Sebuah taksi biru mengantarkan Via tepat ke depan sekolahnya. Tak lama berselang seseorang memanggil namanya.
“ Via..” Seorang yang bernama Via pun menoleh.
“ Hai Nisa,, baru sampai juga..??” Tanya Via.
“ Iya, masuk yuk..” Ajak Nisa. Dan mereka pun mulai berjalan menuju lokasi acara diadakan.
“ Yang lain mana ya,,” Tanya Via.
“ Sepertinya mereka sudah didalam.” Jawab Nisa.
“ Itu mereka.” Ucap Nisa sambil menunjuk kearah teman-teman mereka berada.
“ Hai semua..” Sapa Via.
“ Hai,, hampir saja kalian terlambat.” Ucap Putri.
Via Dan Nisa hanya memberi senyuman untuk mereka.
Acara dimulai seperti biasa acara diawali dengan sambutan-sambutan dll. waktu telah berlalu namun waha bosan segera Via Cs rasakan. Tetapi semua itu hilang saat acara telah sampai puncak yaitu penampilan-penampilan dari para siswa ataupun siswi.
“ Baiklah untuk penampilan pertama yaitu dari kelas 1 A... Beri tepuk tangan yang meriah..” Ucap MC dengan semangat 45 . Tepuk tangan yang membahana menyambut penampilan tersebut.
Sebuah petikan gitar mengawali alunan musik tersebut. Musik yang indah membuat seluruh penonton terpesona. Tak hanya karena musiknya, namun syair yang dilantunkan begitu dalam. Dan...
“ Teman-teman itu bukannya orang yang ada disamping meja kita kemarin..” Ucap Hima menghilangkan konsentrasi teman-temannya yang sedang terhanyut dalam lantunan lagu tersebut.
“ Apa sih Him... ganggu ajha..” Tepis Putri.
“ Beneran coba deh perhatiin.” Hima menegaskan kata-katanya.
“ Iya bener, itu mereka.” Ucap Dina membenarkan kata-kata Hima.
Obrolan itu hanya singkat karena mereka kembali terhanyut dalam lantunan lagu sampai lagu itu pun berakhir.
“ Yah, udah selesai lagunya.” Ucap Via agak sedih.
Dengan berakhirnya lagu itu, mereka kembali pada obrolan mereka.  Ditengah  obrolan itu...
“ Hai Via,,” Via yang merasa dipanggil segera menghentikan obrolannya dan membalikkan tubuhnya.
“ Hai Adit. apa kabar..?? “ Tanya Via spontan. Teman-teman Via hanya bisa heran sejak kapan Via kenal sama mereka.
“ Alhamdulillah baik..”Jawab Adit.
“ Oh ya teman-teman kenalin ini Adit.” Via memperkenalkan adit pada teman-temannya.
“ Hai Dit..” Sapa mereka serentak.
“ Oh ya kenalin Ini temen-temen ku..” “ Ini Putri, Nisa, Hima, Dina,dan Fairish” Via memperkenalkan teman-temannya.
“ Salam kenal ya..”  Ucap Adit.
Sekarang giliran Adit memperkenalkan teman-temannya.
“ Kenalin juga ini temen-temenku..” “ Ini Andre, Farhan, Rendy, Fariz, Arya, dan Dimas.”
“ Penampilan kalian bagus banget tadi..” ucap Putri.
“ Terima kasih, “ Ucap Adit Cs serentak.
Obrolan singkat terjadi diantara mereka namun semuanya segera berakhir ketika Farhan memberikan isyarat agar Adit Cs segera beranjak ke tempat lain.
“Kita kesana dulu ya...” Via hanya tersenyum untuk mempersilahkan mereka pergi. Adit Cs pun segera beranjak.
Acara terus belanjut, Tujuan dari acara itu mulai terlihat. Suasana keakraban antara murid-murid baru telah terbangun. Diantara kemeriahan pesta  Sepasang mata Elang nan tajam begitu cermat memperhatikan seseorang diantara Via dan teman-teman.
***
Malam telah larut, Acara pun telah berakhir. satu demi satu para murid beranjak dari sekolah dan menuju rumah masing-masing.  Tepat didepan sekolah Via berdiri untuk menunggu Taksi yang akan mengantarnya sampai rumah. Namun tanpa disangka taksi yang ditunggu tak kunjung datang.
Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat dihadapan Via. Kemudian orang itu membuka helm yang dikenakannya.
“ Adit..” Via cukup terkejut meliha Adit masih disana. “ Kamu belum pulang..??” Tanya Via.
“ Belum, Habiz beresin alat-alat yang tadi dipakai. Kamu sendiri kenapa belum pulang..??” Tanya Adit.
“ Nunggu taksi, dari tadi gak lewat-lewat.” Jawab Via Agak kesal.
“ Ya udah bareng aku aja.. ayo naik..” Ajak Adit.
“ Tapi...” Via merasa segan.
“ Udah gak usah pakai tapi-tapian... ini udah malem gak baik kalau kamu sendirian disini..” Bujuk Adit.
Via masih bingung.. “ Udah ayoo.. nie pake’ jaketku biar kamu gak kedinginan..” ucap Adit Sembari memberikan jaket miliknya.
Via akhirnya mengikuti ajakan Adit, Ia segera naik kebelakang Adit . Mereka pun segera berlalu... Akan tetapi ada satu hal yang tidak diketahui Adit dan Via, yaitu sepasang mata Elang nan tajam yang mengawasi gerak-gerik mereka.
***
HUKUMAN OH  HUKUMAN...      
Kriiiinnnggg.....
Suara gaduh dari bunyi jam alarm, suaranya yang nyaring sontak membuat tubuh Putri terbangun.
“ Aduh berisik amat sih,,, aku kan masih ngantuk. ” Gerutu Putri sambil berusaha membuka matanya, seakan-akan ruh nya belum seutuhnya kembali ke tubuhnya.
Betapa kagetnya ia ketika melihat Jamnya yang telah menunjukkan Pukul 06.30
“ Setengah tujuh... “ “ Gawat,,, aku bisa terlambat kalau begini.... “ Putri segera melompat dari tempat tidurnya dan segera bersiap untuk berangkat sekolah.
At The School.
Jarum jam terus berputar, perlahan namun pasti para siswa maupun siswi dari sekolah SMA 01 mulai berdatangan, untuk hari ini mereka mencoba untuk datang lebih cepat dari biasanya karena akan diadakan upacara.
`Ya,,, bagi sebagian sekolah upacara adalah hal biasa, dan untuk murid-muridnya upacara tidak terlalu mereka fikirkan sehingga banyak dari mereka yang telat, baik disengaja ataupun tidak. Akan tetapi berbeda dengan sekolah ini. Upacara adalah hal yang wajib diikuti oleh seluruh murid, dan bagi muridnya yang terlambat ada sebuah hadiah khusus yang akan diberikan sang guru kepada mereka.
Pak satpam begitu cermat melihat jam yang ia kenakan di tangannya. Karna ia bertugas untuk menutup pintu gerbang setelah jam menunjukan pukul 07.00 . Tinggal 5 menit lagi pintu gerbang akan ditutup.
Sebuah mobil Ertiga berhenti tepat didepan sekolah, orang yang didalamnya turun dan langsung berlari memasuki gerbang.
“ Huuuuft... Selamat “ Gumam orang tersebut, yang ternyata adalah Putri. Putri segera menuju  kelasnya.
Jam menunjukkan pukul 07.00, bel pun segera berbunyi. Berduyun-duyun para murid menuju lapangan.
 “ Put, untung aja kamu dah dateng kalau nggak,,,  Wooow.. “ Tegur Dina sekaligus membayangkan apa yang akan terjadi jika Putri benar-benar terlambat.
“ Ya alhamdulillah... allah telah membantu ku. ” Ucap Putri.
“ Emangnya kalau terlambat akan diapain sie..?? “ Tanya Fairish dengan polosnya.
“ Survei membuktikan bahwasanya siswa atau siswi yang terlambat pastinya akan dapat hukuman, nah thu dia jenis hukumannya yang seperti apa kurang tau.” Ucap Hima menjelaskan.
“ Hima,,, Hima,,, ada-ada saja kamu. “ Ucap Via,setelah  mendengar penjelasan Hima yang agak nyeleneh ( kocak ).Via pun tertawa kecil karenanya.
“ dah diem upacaranya mau mulai..” Tegur Nisa. Mereka pun segera diam.
Terik Matahari mulai terasa,, beberapa peluh telah berlomba untuk keluar. Namun para murid dengan setia menjalani proses upacara.
“ Wah gawat,,,” Gumam Nisa ketika ia menoleh kearah belakang.
“ Temen-temen coba lihat kebelakang.” Pinta Nisa Sembari berbisik atau mengecilkan suaranya.
“ Apaan sih Nis,,, “ Ucap Hima sembil menoleh ke belakang. Dan ternyata Adit Cs berada didepan pintu gerbang yang berarti mereka semua terlambat.
Tak ada kata yang diucapkan Via,Nisa,Putri,Fairish,Dina dan Hima. Mereka hanya saling memandang dan mencoba berfikir apa hukuman yang akan diterima Adit Cs.
Waktu 30 menit bagaikan 2 jam bagi Via Cs. Upacara telah berakhir. dan mereka kembali ke kelas.
“ Bagaimana ya nasib mereka..?? “ Ucap Dina mengawali pembicaraan.
“ Iya ya,,, kasihan mereka.. “ Tambah Via.
“ Semoga mereka diberi kesabaran,,, Amiiin,,, “ Ucap Fairish.
Putri yang mendenger kata-kata Fairish hanya tersenyum kecil.
Di Kelas.
Bu Ria sedang menerangkan pelajaran Matematika. Terlihat wajah serius dari siswi kelas 1B, Namun konsentrasi itu menghilang saat Putri yang duduk dibangku depan memberi isyarat pada Via,Dina,Fairish,Nisa dan Hima untuk melihat keluar lebih tepatnya ke lapangan.
Di lapangan Adit dan teman-teman sedang dihukum dibawah terik matahari, rasa kasihan sekaligus lucu dirasakan Via dan teman-teman, saat melihat teman mereka sendiri dihukum.
Di Lapangan.
“ Sial kali nasib kita nie,,, Dihukum  gak selesai-selesai.” Gerutu Randy sambil berlari mengelilingi lapangan sebanyak 50 kali.
“ Udah lah dibawa ikhlas jha. “ Ucap Andre, yang mulai menyusul Randy.
“ Ya,,, ikhlas sie,,, tapi kan capek juga kayak gini.” Ucap Fariz menanbahkan.
“ Ayo cepat jangan banyak ngobrol...!!! “ Terdengar teriakan dari Pak Munif guru terkiler yang ngajar murid cowok. Adit dan teman-teman segera mempercepat lari mereka.
Huuuufftt,,, Kasihan sekali mereka.....!!!!
***
Kantin tercinta....
“ Mau pesen apa..?? “ Tanya Hima pada keempat kawannya yaitu Nisa,Putri,Dina dan Fairish.
“ Aku jus Tomat ya.. “ Jawab Putri.
“ Aku jus alpukat ajha deh.” Jawab Fairish.
“ Aku sama kayak Fairish.” Jawab Nisa.
“ Kalau kamu Din..?? “ Tanya Hima.
“ Sama kayak Putri.” Jawab Dina.
“ Ok, Aku pesen dulu.” Ucap Hima Dan hendak pergi untuk memesan minuman.
“ Him, jangan lupa minuman botolnya.” Ucap Nisa mengingatkan Hima.
Hima hanya mengacungkan jari jempolnya yang bertanda ia mengerti.
Asyiiik,,, pesenannya dah dateng mereka pun segera meminumnya untuk melepas dahaga. Tak lama kemudian...
“ Temen-temen itu mereka.” Ucap Dina menunjuk kearah Adit Cs yang berjalan menuju kantin.
Tanpa mereka sadari gelak tawa mereka pecah melihat wajah Adit dan teman-temannya yang begitu,,,,, menyedihkan ya,,, bisa dibilang MADESU alias masa depan suram. HAHAHA....
Namun Dina,Putri,Hima,Nisa dan Fairish segera mengecilkan tawa mereka karena Adit dan teman-teman telah masuk ke kantin. Tapi sayangnya Dina tak mampu menahan tawanya sehingga terdengar Adit dan teman-temannya.
“ Kenapa kamu ketawa ada yang lucu ya..?? “ Kata Farhan dengan nada yang tinggi seolah ia marah, karna memang marah sie...
“ Gak,, gak da yang lucu. Emang sapa yang ketawa.” Jawab Dina Seraya mengelak atau ngeles.
“ Udah gak usah marah, duduk dulu...” Ucap Hima seraya menenangkan. Mereka pun duduk di kursi yang kosong.
“ Dari pada marah-marah mending duduk dulu terus minum ini.” Ucap Putri sembari memberi mereka minuman botol yang tadi sudah dipesan Hima.
“ Asyiieeekk,, tau ajha kalau kita haus.” Kata Fariz sambil meminumnya.
“ Ya iyalah,,, “ Ucap Fairish sambil melirik ke Hima,Nisa,Putri dan Dina.
“ Makasih ya...” Ucap Adit.
“ Sama-sama “ Ucap Dima,Nisa,Putri,Hima dan Fairish bersamaan.
“ Oh ya,,, kalian pasti capek.. ya kan..?? “ Tanya Nisa.
“ Ya iyalah,,, bayangin ajha, Cuma gara-gara telat terus gak ikut upacara.. kiita dihukum... “ Ungkap Rendy.
“ Mending di hukum apa,, lha ini kita disuruh lari ngelilingi lapangan 50 kali, push up 50, masih ditambah shit up 50 kali juga,,, afala tak gempor kita..” Tambah Fariz.
“ Udah lah di ikhlasin ajha,,,  berarti besok kita gak boleh telat lagi.. “ Ucap Dimas Berfikir dewasa.
“ Betul thu kata Dimas.” Ucap Fairish membenarkan. Mereka pun mengangguk –angguk tanda mengerti.
“ Oh ya... Koq kalian Cuma berlima yang satu mana..?? “ Tanya Arya, Spontan semua yang ada disitu menolah kepadanya dan tiba-tiba...
“ Cie,,, cie,,,  ada yang nyari Via nie.. “ Ucap Dima,Nisa,Putri,Hima dan Fairish bersamaan.  Sambil lirik-lirik. Tawa pun mulai meledak.
“ Cie,,, Cie,,, “ Ulang mereka.
“ Ada angin apha nie nyariin Via..” Tambah Hima. sambil ketawa-ketiwi..
Arya pun tersudut dan ia merasa telah salah ngomong. Andre dan Farhan yang berada di samping Arya juga ikut mengoda Arya. Akhirnya Tawa benar-benar meledak. Bahkan seluruh kantin dipenuhi dengan tawa mereka.
“ Udah-udah jangan godain Arya terus.” Ucap Adit menghentikan gelak tawa dari teman-temannya.
Tapi, Fariz tak dapat menghentikan tawanya karna ia merasa terlalu lucu. Meski sudah menahannya,  Fariz masih tertawa bahkan Mukanya sampai berubah merah padam gara-gara menahan tawa. Gelak tawa benar-benar tak terelakkan, Saat ini bukan karena Arya yang digodain tetapi karena muka Fariz yang berubah menjadi Merah. HAHAHA...
Ruang Guru...
Via berada diruang guru karena tadi dipanggil bu Ria.
“ Sini Vie..” Kata bu Ria.
“ Iya bu,, “ Jawab Via singkat. Via pun mendekati meja bu Ria.
“ Begini Via, Ibu telah melihat dokumen-dokumen tentang kamu, dan ibu memutuskan memilih kamu untuk membantu Ibu dalam mengoperasikan kinerja UKS di sekolah kita. Kamu bersedia kan..?? “ Tanya Bu Ria memastikan.
“ Insya Allah Bu... Saya akan berusaha sebaik-baiknya. “ Jawab Via.
“ Terima Kasih Via,,, Untuk hal-hal lainnya nanti Ibu akan beritahu kamu.” Tambah Bu Ria.
“ Iya bu.. “ Jawab Via.
“ Semua sudah selesai dan sekarang kamu bisa kembali ke kelas.” Ujar Bu Ria.
Via segera berjalan meninggalkan kantor guru. Akan tetapi ia tak langsung menuju kelas, entah kenapa langkah kakinya mengarah pada suatu tempat yang berada dibelakang sekolah. Ya,,, lebih tepatnya adalah Taman Belakang Sekolah.
Terlihat oleh Via Seseorang sedang duduk di taman itu. Ketika Via mulai mendekat, ia mendengar alunan musik yang indah. Mungkin orang disana sedang memainkan alat musik. Tapi sayangnya Via tak dapat melihat wajah orang tersebut. Beberapa menit berlalu dan Via mulai terhanyut dengan kemerduan alunan musik itu.
Ponsel Via berbunyi menbuatnya tersadar. Ternyata ada sms dari Nisa, Via pun segera membacanya  dan berjalan cepat menuju kelas. Sedangkan Orang yang berada ditaman menoleh mencari tahu bunyi apa yang tadi ia dengar dari belakangnya. Ternyata orang itu tidak menyadari bahwa dari tadi ada yang memperhatikannya, Yaitu Via...
***
Bel tanda berakhirnya pelajaran telah berbunyi. Para murid dengan riang gembira meninggalkan kelas. Begitu juga Via dan teman-teman.
“ Via, kamu bisa gak nemenin aku..?? “ Tanya Nisa yang berjalan dengan Via di koridor sekolah. Mereka hanya berdua karena yang berempat sudah pulang duluan.
“ Memangnya mau kemana..?? “ Tanya Via.
“ Emb,,, beli beberapa perlengkapan gitu,, bisa ya..” Pinta Nisa.
“ Iya bisa,, kapan,,,??? sekarang..??”
“ Iya sekarang..” Jawab Nisa.
“ Oke.. tapi makan dulu ya” Ucap Via.
“ Siiipplah..” Jawab Nisa.
Sepeda motor yang dinaiki Nisa dan Via berhenti di Cafe Cinta. Mereka berencana makan siang disana.
Cafe Cinta...
Nisa dan Via Duduk sambil menunggu pesanan mereka.
“ Oh ya, tadi cerita lucu....... Banget..” Ujar Nisa.
“ Apaan..??? Emb,, aku ketinggalan cerita nie..” Kata Via dengan wajah agak sedih dan juga ingin tahu.
“ Oh ya tadi minumannya dah dikasih ke Adit sama yang lain kan..??” Tanya Via.
“ Udah bozz,, Sesuai perintah “ Ucap Nisa sembari memberi hormat.
“ Kau nie ada-ada aja..” Kata Via dan langsung mengembangkan senyumnya.
“ Kamu mau beli apa Nis..?? “ Tanya Via.
“ Aku mau beli perlatan lukis, soalnya besok aku mau daftar di kursus seni lukis.” Jelas Nisa.
“ Truzz tadi cerita lucu apa..?? “ Tanya Via mengingatkan Nisa dengan cerita yang tadi tertunda.
“ Emb,,, sampai lupa kan. Begini ceritanya.... Tadi anak-anak kan pada cerita tentang hukuman yang mereka dapet , dan tiba-tiba ada yang nyariin kamu.. “ Ujar Nisa.
“ Siapa...?? “ Tanya Via tak percaya.
“ Mau tau ajha atau mau tau banget..?? “ Kata Nisa menggoda Via.
“ emm,, Nisa... jangan bercanda donk. Aku penasaran nie..” Ucap Via mulai panas.
“ Iya,,,ya,,, thu sie Arya nanyain kamu,,,” Jelas Nisa.
“ Arya,,, yang bener...??” Via masih tak percaya.
“ Beneran. Gak mungkinlah aku bohong. Dan yang lebih cetar membahan anak-anak dengan spontan langsung godain Arya. HAHAHA.. “ Jelas Nisa dan lansung tertawa mengingat kejadian tadi.
Muka Via langsung berubah. Entah apa yang ia fikirkan .
“ Kamu gak papa kan Vie..?? “ Tanya Nisa yang mulai khawatir dengan perubahan ekspresi wajah Via.
“ Oh,, ya,, aku gak papa.” Via tersadar dari lamunannya.
“ Udahlah gak usah difikirin, Cuma bercandaan anak-anak paling besok mereka dah lupa.” Kata Nisa menenagkan Via. Via pun tersenyum.
“ Owh,,, ada lagi yang lucu.. tapi bukan tentang kamu koq..” Ujar Nisa.
“ Apaan...??” Tanya Via.
“ Kita kan pada ketawa thu godain Arya, tiba-tiba Adit nyuruh kita diam. Ya udah pada diem deh kita, tapi lucunya sie Fariz gak bisa nahan tawanya sampai akhirnya mukanya berubah jadi merah padam gara-gara nahan tawa tadi.”Jelas Nisa. dengan menahan tawa  saat menceritakan yang terjadi.
Via pun tertawa. dan sejenak ia melupakan rasa campur-campur yang tadi ia fikirkan.
Setelah selesai makan Via dan Nisa segera beranjak dan memburu barang-barang yang diinginkan Nisa.
***
To be Continue.....