Selasa, 26 Maret 2013

Continued of Our Story


MAAFKAN....
Mentari yang terik nan panas, seakan-akan membakar para pengguna jalan . Gumpalan asap dari kendaraan dan berbagai debu bersatu menjadi polusi yang tidak sehat.
“ Super duper panas nie... “ Ucap Nisa yang sedang mengendarai sepeda motornya.
“ Mana macet lagi...” Gerutunya.
Nisa akan pergi ke tempat kursus seni lukis, ia berencana ingin mendaftarkan diri disana karena ia ingin belajar lebih banyak tentang seni lukis.
Setelah cukup lama Nisa bergelut dengan polusi-polusi di jalanan akhirnya ia sampai di tempat kursus.
“ Maaf mba’ saya bisa minta formulir pendaftaran kursus lukis..?? “ Tanya Nisa pada seorang penjaga pendaftaran.
“ Bisa mba’,,, sebentar saya ambilkan..” Ucap wanita itu dan kemudian mencarikan formulir pendaftaran untuk Nisa.
“ Ini mba’,,, silahkan diisi. “ penjaga pendaftaran itu memberikan selembar kertas pendaftaran untuk Nisa.
Nisa segera mengisi formulir itu. Dan...
“ Mit,, ada nama-nama anak yang daftar di kelasku..?? ”Tanya seseorang pada sang penjaga pendaftaran yang tenyata bernama Mita.
Nisa yang sedang mengisi formulir merasa kenal dengan suara orang yang berdiri tepat disampinnya. Nisa segera menoleh, dan ternyata benar,,,
“ Arya,, “ Panggil Nisa setelah mengenali wajah Arya.
“ Nisa,, “ Arya juga keget melihat keberadaan Nisa disana.
“ Ngapain kamu disini,,,?? “ Tanya Arya.
“ Aku lagi ngisi formuir untuk kursus seni lukis.” Jawab Nisa. “ Kamu sendiri...??? “
“ Aku bekerja disini sebagai instruktur untuk kursus lukis..” Jelas Arya.
“ Wah,,, kebetulan donk... Jadi kamu bisa ngajarin aku.. “ Ucap Nisa dengan mengembangkan senyumnya.
“ Haha,,,, siiip.. bisa diatur..” Jawab Arya.
“ Hebat ya kamu,, baru SMA tapi dah punya bakat yang hebat..” Puji Nisa.
“ Gak koq,,, biasa ajha... aku Cuma berbagi ilmu yang ku miliki..” Jelas Arya merandah diri.
“ Janji lho ya.. kamu harus ngajarin aku sampai aku bisa sepandai kamu,,,” Kata Nisa.
Arya hanya mengacungkan jempolnya yang bertanda ia setuju.
 Kost-kostan Hima,Dina dan Nisa.
“ Din, Nisa kemana..??” Tanya Hima yang merasa aneh karena tidak adanya senda gurau dari Nisa.
“ Dia kan pergi buat daftar kursus lukis... “ Jawab Dina santai sambil membolak-balik majalah yang ada ditangannya.
“ Oh ya aku lupa.. “ Kata Hima.
Tiba-tiba ponsel Hima berdering yang bertanda ada pesan masuk. Hima segera meraih ponselnya yang berada diatas meja dan membuka isi sms yang masuk.
“ Hai Hima... lagi pa nie...?? “ ( isi sms yang dibaca Hima ).
“ Dari siapa sie nih...?? “ Hima segera membalas sms tersebut. “ Maav sp nie..?? “ ( isi sms ).
Ponsel Hima berdering lagi yang bertanda ada balasan. Hima segera membukanya.
“ Nie aku Dimas.. gak lupa kan sama aku...?? “ ( isi sms ).
“ Ihh,,, apa-apaan sih nie orang..  tumben sms pasti ada maunya.. “ Gerutu Hima yang merasa kesal.
“ Kenapa sih Him..?? sms dari siapa..?? “ Tanya Dina yang melihat sahabatnya mulai uriing-uringan.
“ Sms dari Dimas,,, tumben – tumbenan dia sms aku... aneh kan..  bikin aku kesel ajha... “ Jelas Hima sambil mengungkapkan kekesalannya.
“ Owh,,, tapi jangan marah-marah gitu dunk.. Tenang rileks.. ntar cepet tua lho... “ Ucap Dina.
“ Iya juga ya... hufftt... “ Hima menarik nafas mencoba menghilangkan kekesalannya.
“ Mungkin ajha sie Dimas mau PDKT sama kamu... “ Kata Dina mengungkapkan apa yang ia fikirkan.
“ PDKT...?? “ Ucap Hima yang agak aneh dengan kata – kata tu.
“ Mungkin ajha sie... tapi, gak banget deh  sama Dimas...  Cukuuuupp jadi temen ajha. “ Jelas Hima. Spontan Hima dan Dina tertawa berasama. HAHAHA...
Kost – kostan Putra.
“ Ngapain sie Dim,,,,?? dari tadi magangin HP+melototinnya..” Tanya Andre yang memperhatikan gerak-gerik Dimas yang aneh.
“ Lagi sakit ya..?? atau... blom minum obat.” Tambah Randy menggoda.
“ Yeee,,,, enak ajha.  Aku sehat koq dan tak perlu minum obat. “ Jawab Dimas membantah dugaan teman-temannya.
   Aku lagi sms Hima, tapi koq gak dibales-bales ya..?? ” Jelas Dimas dengan wajah agak kecewa.
“ Hah,,, jadi kamu beneran suka sama Hima..?? “ Tanya Andre yang tidak percaya. Randy juga terbengong-bengong mendengar kata – kata  Dimas.
“ Iya,, aku Emang suka sma Hima. “ Dimas mencoba meyakinkan teman-temannya.
“ Woow.. Emazing...trus respon Hima gimana,,,?? nanggepin gak..?? “ Tanya Randy.
“ Belom Tau,, nie baru aku coba sms. Tapi gak di bales-bales dari tadi... “ Jelas Dimas.
“ Sabar mas brow,,, Cinta itu butuh perjuangan.. “ Kata Andre berusaha menyemangati Dimas untuk mengejar cintanya.
“ Siiiip... “ Ucap Dimas yang memahami kata-kata Andre.
Rumah Putri.
Disiang panas ini, Putri lebih memilih tinggal di kamarnya yang sejuk karena ada pendingin udaranya. Dan tak lupa tangannya begitu asyik menekan huruf-huruf yang akan menjadi update-an terbaru untuk status BBMnya.
“ Piiing,, Piiing,, “ Sebuah bunyi dari Ponsel BlackBerry milik putri. Ia pun segera membukanya.
“ Hai Dre,,, “ ( dari BBM ) Sapa Putri pada teman BBMnya. Yang tak lain dan tak bukan adalah Andre.
“ Kamu kenapa gie galau ya..?? “ ( dari BBM ) Tanya andre setelah ia membaca ststus terbaru dari Putri.
“ Ya,,, nie,,, galau berat. Abiz gak bisa kemana-mana karena udara panas banget,,, gak kuat jadinya.” ( dari BBM ) Jawab Putri.
“ Ya elah kirain kenapa.. “ ( dari BBM ) Kata Andre.
“ Oh ya tadi, Kiran nelpon aku katanya dia nitip salam buat kamu... “ ( dari BBM ) Ucap Putri.
“ Iya,, dia ngomong apa jha sama kamu..??” ( dari BBM ) Andre penasaran dengan apa yang dibicarakan   pacarnya yang bernama Kirani dengan Putri.
“ Gak banyak koq,, yeah.. beberapa tentang kamu,,, tapi jangan GR dulu..” ( dari BBM ) Ucap Putri.
“ Tenang jha aku gak akan GR koq,,, Dah biasa, banyak yang  ngomongin aku... kan aku keren..”( dari BBM ) Kata Andre memuji diri sendiri.
“ Emang koq,,, Peeee Deeee... “ ( dari BBM ) Balas Putri.
“ emb,,, Kamu sama yang lain ada acara gak malam minggu besok..?? “ ( dari BBM ) Tanya Andre.
“ Emang kenapa..?? “ ( dari BBM ) Putri.
“ Aku sama anak –anak mau manggung di cafe. Kalau kalian gak da acara kalian bisa kesana sambil refreshing mungkin,,, “ ( dari BBM ) Ajak Andre.
“ Emb,, boleh juga. Nanti aku tanya sama yang lain dulu ya,, “ ( dri BBM ) Putri.
“ Ok,,aku tunggu,, dah ya. aku mau latihan ma yang laen.” ( dari BBM ) Andre.
“ Yups,, Good Luck yoo.” ( dari BBM ) Putri.
Setelah mengakhiri pesan BBMnya Putri segera mengabari teman-temannya tentang ajakan Andre.
“ Guys,, da acra gak malem minggu nanti...??  “ ( dikirim melalui SMS ) ke Nisa, Hima, Fairish, Dina dan Via dari Putri.
“ Memangnya  da apa put..?? “ ( dari SMS )Tanya  Dina.
“ Kenapa put..?? “ (dari SMS ) Pertanyaan yang sama yang dikirimkan Nisa,Fairish dan Via.
“ Andre ma temen-temennya mau manggung di cafe, kalian mau kesana gak..?? Ya.. sekalian kita malming gitu.. “ Jelas Putri ke Lima temannya.
 “ Emb,, boleh juga.. “(dari SMS ) Jawab Dina dan Hima.
“ Boleh thu,,, jalan2. Asyieek.. “ (dari SMS ) Jawab Nisa.
Via dan Fairish juga menyetujui rencana itu.
“ Ok, berarti kalian mau ya... Jangan lupa lho malem minggu besok..“(dari SMS ) Putri kepada 5 temannya.
“ Siiip.. “(dari SMS ) Jawab Via,Nisa,Dina,Hima dan Fairish.
Rencana untuk malam minggu telah siap yaitu pergi bareng ke cafe dan lihat Andre Cs manggung. Lagu apa ya,,, yang akan mereka bawakan....
***
Teng,Teng... Teng,Teng... 2X
Asyieeekkk Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi. Para Murid langsung berhamburan meninggalkan kelas. Namun terlihat kesibukan di dalam ruang rapat Guru. Yups, Bisa kita duga kalau guru-guru itu akan mengadakan rapat.
Ruang Rapat.
Pak Indra ( Kepala Sekolah Tercinta ) Memimpin sekaligus memulai rapat bersama dewan guru. Seperti biasa rapat dimulai dengan salam dan beberapa pertanyaan mengenai perkembangan nilai dan pembelajaran siswa.
“ Langsung saja. Dalam rangkaian proses pengenalan siswa dan siswi baru, sekolah akan mengadakan perkemahan yang akan diikuti seluruh anak kelas satu. Untuk acara ini kita akan memilih 2 orang yang akan menjadi ketua pelaksana baik dari guru maupun murid. Dari pihak guru saya telah memutuskan untuk memilih  Pak Fahmi dan Bu Ria sebagai Ketua pelaksana dari pihak guru. Dan untuk Ketua dari pihak murid ada yang mempunyai usul..?? “ Tanya Pak Indra ke seluruh dewan guru yang hadir dalam rapat itu.
“ Maaf pak, untuk posisi ketua tersebut akan diambil dari kelas putra atau kelas putri..??” Tanya Bu Anna.
“ Ketua terdiri dari satu orang dari kelas Putra dan saru orang dari kelas Putri. “ Jelas pak Indra.
“ Kalau boleh saya usul dari kelas Putra yaitu Adit. “ Kata Pak Fahmi.
“ Bagaimana menurut guru-guru yang lain..?? “ Tanya pak Indra. Para guru mulai berdiskusi .
“ Kami setuju jika Adit menjadi Ketua.” Ucap Bu Dira mewakili guru – guru perempuan.
“ Kami pun setuju. “ Ucap Pak Munif mewakili Guru –guru putra.
“ Baiklah jadi dari kelas putra ketuanya adalah Adit, lalu bagaimana dari kelas putri.. siapa yang akan dicalonkan menjadi ketua,,?? “ Tanya Pak Indra.
“ Bagaimana kalau Via..?? “ Usul Bu Wina.
“ Bukankah lebih baik jika Via fokus dengan bagian kesehatannya. “ Kata Bu Dira.
“ Iya bu,, “ Tambah Bu Anna membenarkan pemikiran Bu Dira.
“ Lalu siapa..?? “ Tanya Bu Wina.
“ Bagaimana kalau Fairish, dia cukup mampu mengemban amanah ini.. “ Usul Bu Ria.
  Baiklah saya setuju. “ Ucap Wina. Begitu pula  ibu guru yang lain mereka telah bersepakat untuk memilih Fairish sebagai ketua dalam acara ini.
“ Bagaimana ibu-ibu guru..?? apa sudah ada keputusan..?? “ Tanya Pak Indra.
“ Iya Pak kami telah sepakat untuk memilih Fairish. “ Ucap Bu Dira mewakili ibu guru yang lain.
“ Baiklah jika samua telah bersepakat maka kita segera menyusun program untuk acara tersubut. Untuk Seluruh guru , Mesikipun Ketuanya adalah Bu Ria dan Pak Fahmi tapi semua guru berkewajiban membantu dalam menyukseskan acara ini. Dan Khusus untuk Pak Fahmi dan Bu Ria segeralah  memberitahu pada Murid yang bersangkutan akan acara ini dan segera memulai persiapan atau mengatur apa saja yang akan dibutuhkan untuk acara ini. “ Jelas Pak Indra.
“ Saya rasa cukup sekian rapat kita hari ini. Jika ada pertanyaan silahkan maju ke saya.” Pak Indra pun segera menutup rapat tersebut.
***
Mentari kini telah berselimut , Sang bulan berjalan dengan gagahnya menuju langit yang mulai gelap. Hiruk pikuk kota masih terasa meski siang telah berganti dengan malam.
Sesuai dengan janjji yang ia ikrarkan Via telah bersiap untuk menuju Cafe Bintang dimana ia dan teman-temannya akan bertemu.
“ Tante Via izin mau jalan sama temen-temen Via.. “ Ucap Via yang menemui Tante Shinta di ruang keluarga.
“ Ia sayang,, Tapi ingat,,, jangan pulang terlalu malam..” Ucap Tante Shinta mengingatkan Keponakan Kesayangannya.
“ Baik Tante... “ Via pun beranjak setelah mencium tangan Tantenya dan mengucapkan salam.
Kost-kostan Hima,Dina dan Nisa.
“ Him, Nisa mana..?? koq belom kelihatan sie.. ntar yang lain dah nunggu jha.. “ Kata Dina.
“ Kamu kayak gak tau Nisa jha,,, dia kalau dandan kan luuuuaaaaammmmaaaaa banget... “ Jawab Hima yang sedang asyik memainkan ponselnya.
“ Huufftt.. “ Dina hanya menghela nafas.
Dina dan Hima pun telah gelisa karena menunggu Nisa, tetapi yang ditunggu masih asyik berdandan.
Beberapa menit kemudian...
“ Sorry ya temen-temen... lama nunggunya.. “ Ucap Nisa pada kedua sahabatnya yang telah terlihat bosan.
“ Gak koq Nis, gak lama tapi,,, Luuuuuaaaaaamaaa banget.. “ Jawab Dina.
“ Sorry,,, maafin aku ya,,, “ Ucap Nisa dengan memasang wajah memelas pada kedua sahabatnya.
Dina dan Hima akhirnya luluh saat melihat wajah sahabatnya yang memelas. Dan mereka segara berangkat menuju Cafe Bintang.
Cafe Bintang.
“ Anak –anak pada kemana sie , koq belom kelihatan..??” Tanya Fairish pada Putri. Mereka berdua telah sampai duluan dari pada yang lain.
“ Gak tau thu... Via katanya bentar lagi nyampe’. Kalau Dina, Nisa dan Hima aku gak tau mereka belom bales sms ku. “ Jelas Putri sambil meminum minuman yang telah ia pesan.
Beberapa saat kemudian...
“ Sorry aku telat,,, Habiznya jalanan macet banget.. “ Ucap Via yang beru datang menjelaskan alasan keterlambatannya.
  Gak papa koq,, Vie.. “ Jawab Fairish dan Putri bersamaan.
Via segera bergabung dengan Fairish dan Putri dan ia segera memesan minuman.
“ Oh ya,, yang mau manggung mana,,?? “ Tanya Fairish.
“ Mereka ada dibelakang panggung.. “ Jawab Putri.
“ Owh.. “ Ucap Via dan Fairish bersamaan.
“ Sorry Guys kita telat.. “ Ucap Nisa, Hima dan Dina secara bersamaan.
“ Ok,,gak papa..  ayo gabung sama kita.. “ Ajak Putri.
“ Maav banget,,, ya.. “ Ucap Hima yang masih tidak enak hati karena membuat teman-temannya menunggu terlalu lama.
“ Gak papa Him.. “ Ucap Fairish dan ia langsung mengembangkan senyumnya.
“ Gara-gara Dede’ kita yang satu ini, dandannnya lama banget... “ Ucap Dina sambil melirik Nisa.
“ Iya aku minta maaf,,, “ Ucap Nisa dengan wajah sedih + memelas.
“ Udah-udah gak papa Nis,,, kita kan kesini buat have fun, jadi jangan sedih donk.. “ Ucap Via mencoba menghibur Nis.
“ Iya Nis,, lagian Orang-orang itu juga belum naik ke panggung.. jadi kamu masih bisa lihat Adit.. “ Ucap Fairish yang mulai menggoda Nisa.
“ Uhh nyebiliiin.. “ Batin Nisa yang kesal akan godaan Fairish. Tetapi yang lain memulai gelak tawa.
MC telah memanggil Andre dan teman-temannya untuk naik kepanggung. Mereka mulai menyanyikan lagu andalan mereka “ MAAFKAN “ . Peran mereka dipanggung : Andre – Vokalis,     Adit – Gitar, Farhan – Bass, Fariz – Bass, Randy – Gitar, Dimas – Keybord, dan  Arya – Drum.
Ayoo Nanyi Bareng... !!!
Liric of Maafkan :
·         Teringat disaat kita bersama
·         Suka duka menjalani semua
·         Namun kini semua tlah sirna
·         Tinggalkan kenangan yang takkan terlupa
            Reff :
v  Seandainya kita kan dipertemukan
v  Ku berjanji ku akan setia
v  Maafkanlah  bila aku tak mampu
v  Wujudkan semua mimpi – mimpimu
·       Kini aku mengerti
·       Akan arti dari semua ini
·       DiSaat semua saling merasa
·       Akan kehadiran dirimu didalam hati
    Reff :
v  Seandainya kita kan dipertemukan
v  Ku berjanji ku akan setia
v  Maafkanlah  bila aku tak mampu
v  Wujudkan semua mimpi – mimpimu
·         Tak mudah bagiku
·         Lupakan semua kenangan yang terindah
·         Bersama
***
To be Continue......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar