Rabu, 28 November 2012

Haruskah tawa Itu sirna

Hari itu kita dipertemukan
teriknya matahari tak meredupkan asa
Kesemangatan yang slalu kau pancarkan
Sebuah aura yang menenangkan jiwa
     Setiap langkahmu slalu teriring dengan doa
     Meski badai itu menerpa
     Kau tetap melangkah dengan kepastian
     Sebuah asa yang slalu terpegang kuat
Namun....
Kini masa tlah berlalu
Kau begitu jauh
Hati bak retak tatkala  mendengar bahwa tawa itu berganti dengan duka...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar