Selasa, 27 November 2012

SETITIK EMBUN DI KALA SENJA MENYAPA

Hari itu dimana awan berarak melindungi mentari.
Bangunan putih itu berdiri dengan kokohnya.
Angin pun berhembus menyejukan jiwa.
          Detik jam berderai begitu keras.
          Seakan berlomba dengan jantung yang berdetak begitu cepat.
          Sebuah tangisan tiba-tiba memecahkan keheningan
          Sontak memecahkan keheningan yang ada
Tepat pada senja itu setitik embun tiba
Memberi berbagai tanggung jawab bagi yang menerimanya
Ya.....
Itulah senja terindah.....



                                                                                                      Semarang, 04 / 12 / 1993

Tidak ada komentar:

Posting Komentar